Hinamatsuri

Hinamatsuri (雛祭り, ひなまつり) atau Hina Matsuri adalah perayaan setiap tanggal 3 Maret di Jepang yang diadakan untuk mendoakan pertumbuhan anak. Keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyō (雛人形, boneka festival).

Satu set boneka terdiri dari boneka kaisar, permaisuri, puteri istana, dayang-dayang, dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang. Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono gaya zaman Heian. Perayaan ini sering disebut Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan karena berawal permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).

Walaupun disebut matsuri, perayaan ini lebih merupakan acara keluarga di rumah, dan hanya dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan. Sebelum hari perayaan tiba, anak-anak membantu orang tua mengeluarkan boneka dari kotak penyimpanan untuk dipajang. Sehari sesudah Hinamatsuri, boneka harus segera disimpan karena dipercaya sudah menyerap roh-roh jahat dan nasib sial.

Kebudayaan Tradisional Jepang

Kabuki adalah sebuah bentuk teater klasik yang mengalami evolusi pada awal abad ke-17. Ciri khasnya berupa irama kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh para aktor, kostum yang super-mewah, make-up yang mencolok (kumadori), serta penggunaan peralatan mekanis untuk mencapai efek-efek khusus di panggung. Make-up menonjolkan sifat dan suasana hati tokoh yang dibawakan aktor. Kebanyakan lakon mengambil tema masa abad pertengahan atau zaman Edo, dan semua aktor, sekalipun yang memainkan peranan sebagai wanita, adalah pria.

Noh adalah bentuk teater musikal yang tertua di Jepang. Penceritaan tidak hanya dilakukan dengan dialog tapi juga dengan utai (nyanyian), hayashi (iringan musik), dan tari-tarian. Ciri khas lainnya adalah sang aktor utama yang berpakaian kostum sutera bersulam warna-warni, dan mengenakan topeng kayu berlapis lacquer. Topeng-topeng itu menggambarkan tokoh-tokoh seperti orang yang sudah tua, wanita muda atau tua, dewa, hantu, dan anak laki-laki.

Kyogen adalah sebuah bentuk teater klasik lelucon yang dipagelarkan dengan aksi dan dialog yang amat bergaya. Ditampilkan di sela-sela pagelaran noh, meski sekarang terkadang ditampilkan secara tunggal.

Bunraku, yang menjadi populer sekitar akhir abad ke-16, merupakan jenis teater boneka yang dimainkan dengan iringan nyanyian bercerita dan musik yang dimainkan dengan shamisen (alat musik petik berdawai tiga). Bunraku dikenal sebagai salah satu bentuk teater boneka yang paling halus di dunia.

Berbagai seni tradisional lainnya, seperti upacara minum teh dan ikebana (merangkai bunga), terus hidup sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Upacara minum teh (sado atau chado) adalah tata-cara yang diatur sangat halus dan teliti untuk menghidangkan dan minum teh hijau matcha (dalam bentuk bubuk). Ada hal yang lebih penting daripada ritual membuat dan menyajikan teh, karena upacara ini merupakan rangkaian seni yang mendalam yang membutuhkan pengetahuan yang luas dan kepekaan yang sangat halus. Sado juga menjajaki tujuan hidup dan mendorong timbulnya apresiasi terhadap alam.

Seni merangkai bunga Jepang (ikebana), yang mengalami evolusi di Jepang selama tujuh abad, berasal dari sajian bunga Budhis di masa awalnya.

Seni ini berbeda dengan penggunaan bunga yang murni bersifat dekoratif saja, karena setiap unsur dari sebuah karya ikebana dipilih secara sangat cermat termasuk bahan tanaman, wadah di mana ranting dan bunga akan ditempatkan, serta keterkaitan ranting-ranting dengan wadahnya dan ruang di sekitarnya.

Bentar Lagee Lebaran

Hua...... gak krasa 1 tahun lewat gitu aja......
Kayaknya baru kemaren Qt menjumpai bulan Ramadhan, eh bulan ni udah masuk bulan Ramadhan lagee. Malah udah hampir syawal.....

Waktu emang klo gak Qt itung n Qt biarin lewat gitu jadi gak kerasa. Apalagi buat orang-orang yang sibuk sama kerjaannya.

Petasan uda mulai di nyalain, gak di desa, gak di kota, semuanya pengin ngerayain bulan yang ada hanya 1 tahun sekali nie. Jalanan juga uda mulae rame. Orang-orang pada mudik ke kampung halaman tuk kumpul sama kluarga.

Semoga, lebaran tahun nie bisa lancar ......
Met Hari Raya Idul Fitri yach semuanya........ (message tuk 1 minggu ke depan :D)

ELINS Fur d Gud Future


ELINS....? Apa yang pertama kali ada dalam benakmu setelah mendengar kata ini? Mungkin ada yang mengira makanan apa tuh? Hwahahaaha. Bener-bener parah. Masak ELINS ja gak tau si...? Oke, aq jelasin dikit ni, sekalian mo promosi. hagzhagz.....
Hm..... ELINS, ELINS adalah salah satu jurusan yang termasuk dalam fakultas MIPA. ELINS merupakan singkatan dari ELektronika dan INStrumentasi. Jurusan ini ada juga yang menyebutnya INSEL, artinya sama hanya katanya dibalik menjadi INStrumentasi dan ELektronika. Yang menggunakan nama ELINS salah satunya adalah UGM, sedangkan di UNDIP jurusan ini disebut dengan INSEL. Tapi y, sama aja lah.... Apalah arti sebuah nama, yang penting kan kualitas lulusannya. hwehehehehe.....
Bagi kalian yang tertarik sama TEKNOLOGI, disarankan buat masuk jurusan ini. Apalagi, suka sama robot-robot, Wah..... kamu bisa belajar mendalam tentang robot di sini.
Di UGM, anak-anak ELINS punya majalah sendiri lho, namanya E-magz. Keren abiz pokoknya. Selain pinter mengutak-atik kabel, ternyata mereka juga pinter ngolah kata. bahasa yang mereka gunain di dalamnya menarik n gak ngebosenin. ELINS juga punya facebook sendiri lho, juga punya site yang keren yang bisa ngedeketin antar mahasiwa n dosennya. Ada juga event-event yang di selenggarain sama anak-anak ELINS. Ada pameran robotika, n satu ajang yang namanya PLANET ELINS. Pokoknya keren dech.... So, ayo join sama ELINER. Buktiin klo loe emang ELINER sejati.

Beasiswa Monbukagakusho

Beasiswa ini adalah beasiswa dari kedutaan besar Jepang kepada anak-anak Indonesia yang ingin melanjutkan study nya ke negeri sakura......
Persyaratan yang mereka ajukan memang tidak mudah. Minimal kita harus memiliki rata-rata nilai raport dan hasil UAN > 8,4 untuk proigram S1 dan 8,0 untuk program D2 dan D3.
Selain biaya yang gratis, kita juga akan mendapatkan uang saku untuk hidup di Jepang. Asyik kan..? Untuk itu, bagi kalian yang pengin ke Jepang, kalian bisa gunakan kesempatan ini. Untuk lebih jelasnya, kalian bisa membuka situs resmi nya di http://www.id.emb-japan.go.jp
Selamat berusaha......... Ganbatte ne ..........!!!!!!!

Nippon e ikitai.........!!!!!

Nippon e ikitai......?? Yah, itulah kalimat yang selama ini pengin aku wujudkan.
Impian yang bertahun0tahun terpendam dan belum bisa ku penuhi. Kapan ya, aku bisa pergi ke Jepang? Ngomong jepang aja masih belepotan gini. Hua........ :cHikzhikz......... Knapa sih, aku gak lancar-lancar juga ngomong pake jepang. yang lancar cuma kalimat-kalimat pendek n ucapan sehari-hari.

Aku sering denger klo tinggal di Jepang tuh sungguh mengasyikkan. Beberapa temen ku (ya bukan temen sih bisa dibilang guru. Meski umur gak beda jauh tapi dia sering ngajari aku nihongo) udah bisa menuntaskan impiannya untuk pergi ke Jepang. Hua........ ngiri deh....... Apalagi setelah denger cerita dari guru bahasa Inggris ku yang dulu pernah tinggal di Jepang. Katanya, dari semua negara yang pernah ditinggali, dia paling suka tinggal di Tokyo, Jepang. Katanya orang di sana ramah n baek hati..... Wah, jadi ambah pengin aja. Hikzhikz............ :c

Hm........ Pokoknya aq harus semangat. Aku harus bisa.........
Klo mereka bisa, knapa aku nggak?????

N buat temen-temen yang laen yang juga pengin pergi ke jepang tapi belum terpenuhi, Ayo ....!!!!!! kita belajar sama-sama........ Belajar dan berusaha untuk bisa wujudkan impian kita............

Ganbatte ne Minna san...............!!!!!
Nihongo o benkyou suru wa kantan da yo..........!!!!!;)

Kenichi Matsuyama


Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
"The Death Note can only operate within 23 days (in the human calendar). This Is Called The 23-day Rule"

Kisahnya dimulai dari setelah L menuliskan namanya di Death Note (ada dalam Death Note: The Last Name). L memiliki 23 hari menjelang kematian yang akan dia hadapi.

Dalam menghabiskan 23 hari terakhirnya, L tetap fokus pada pekerjaan detektifnya. Dia memulai hari-hari terakhirnya dengan menghindari godaan menggunakan Death Note untuk kepentingan dirinya sendiri, membakar catatan-catatan yang tidak penting dan mengganggu, serta menganalisa kasus melalui laptop untuk membantu interpol dari jarak jauh.

Sampai suatu ketika L dihadapkan pada sebuah kasus baru dimana ada sebuah virus yang sedang melanda sebuah daerah di Thailand. Dan L ternyata harus melindungi sepasang anak laki-laki dan perempuan yang menjadi kunci penyelesaian masalah virus tersebut. Tanpa Watari, L pun harus bekerja sendiri melindungi kedua anak itu.

Pada movie L Change The World ini, diceritakan bahwa L menjadi sosok yang lebih manusiawi dan protagonis. Berbeda dengan Death Note dan Death Note: Last Name, kali ini L dituntut untuk keluar dari sarangnya. Nggak hanya otak encernya yang bekerja, tapi juga fisiknya. Lari-larian sambil "mengasuh" dua anak kecil, menghindari berondongan senjata, melompat ke pesawat yang dibajak, dan aktivitas lain layaknya seorang hero.

Sisi humanis L juga digali lewat interaksinya dengan dua bocah yang ada dalam lindungannya. Cowok yang selalu tampil dengan kaus putih dan celana jins belel ini piknik dengan dua "anak asuh"-nya di atap, bahkan mengucapkan "Itadakimasu" sebelum menyantap makanan manis kesukaannya.
Whoaaa...... so sweet....

Template by : kendhin x-template.blogspot.com